Futures
US stock futures steady as Nvidia rally cools; rate cuts in focus By Investing.com

Wall Street Resilience: Navigating Inflation and Political Uncertainty

Despite early losses, Wall Street managed to bounce back on Wednesday, with gains in the technology sector helping to offset the impact of a stronger-than-expected reading on core consumer inflation. The market's resilience was also tested by heightened political uncertainty following a fiery presidential debate between Vice President Kamala Harris and former President Donald Trump.

Powering Through Challenges: Wall Street's Remarkable Adaptability

Technological Advancements Fuel Market Resilience

The technology sector played a pivotal role in Wall Street's ability to shrug off early losses and end the day higher. Driven by robust demand for its products, particularly its newest line of artificial intelligence chips, NVIDIA Corporation (NASDAQ:NVDA) was at the heart of the market's Wednesday rally. The chipmaker's surge of more than 8% during the session spilled over into broader technology stocks, as investors anticipated sustained AI demand to buoy the sector.Despite the sector's steep selldown from the previous week, the gains in Nvidia and the broader technology space helped the S&P 500 rise by 1% and the NASDAQ Composite climb by 2.1% on the day. This resilience in the face of economic and political headwinds underscores the market's ability to adapt and capitalize on emerging technological trends.

Inflation Concerns and the Fed's Balancing Act

The stronger-than-expected reading on core consumer price index (CPI) inflation dented expectations of a more aggressive interest rate cut by the Federal Reserve. Investors largely scaled back bets on a 50-basis-point reduction in September, with the chances of a 25-basis-point cut now standing at 84%, up from prior expectations of a 66% chance.While headline CPI still eased in August, the stronger core reading sparked concerns about inflation remaining sticky, potentially complicating the Fed's efforts to balance price stability and economic growth. Traders will be closely watching the upcoming producer price index (PPI) data, due later this week, for further insights into the trajectory of U.S. inflation.Despite the shift in rate cut expectations, the Fed is still expected to initiate an easing cycle at its next meeting, with a 25-basis-point reduction anticipated. This could pave the way for additional rate cuts later in the year, as the central bank navigates the delicate balance between taming inflation and supporting the economy.

Navigating Political Uncertainty: Market Resilience Tested

The market's ability to shrug off the heightened political uncertainty following the fiery presidential debate between Vice President Kamala Harris and former President Donald Trump further underscores its resilience. While Harris was seen as gaining an edge over Trump, the market's focus remained firmly on the underlying economic and technological factors driving its performance.This ability to look past political noise and concentrate on fundamental drivers highlights the market's maturity and adaptability. Investors appear to have become increasingly adept at separating political developments from their investment decisions, allowing them to maintain a clear focus on the factors that truly impact the long-term performance of the market.As the political landscape continues to evolve, Wall Street's resilience will be tested further. However, the market's demonstrated ability to navigate such challenges while capitalizing on technological advancements and economic trends suggests that it is well-equipped to weather the storms ahead.
Nabung di Luar Negeri Makin Mudah Dengan Livin’ by Mandiri

Livin' by Mandiri: Menjembatani Kebutuhan Finansial dan Gaya Hidup Diaspora Indonesia di Seluruh Dunia

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) telah memperkenalkan Livin' by Mandiri, sebuah layanan super app yang dirancang khusus untuk memudahkan nasabah, termasuk para pekerja migran Indonesia (PMI) dan diaspora Indonesia di luar negeri, dalam mengelola kebutuhan finansial dan non-finansial mereka secara lebih efisien dan efektif, baik di dalam maupun di luar negeri.

Memperluas Jangkauan dan Kemudahan Akses Keuangan bagi Diaspora Indonesia

Membuka Rekening dengan Nomor Lokal

Salah satu keunggulan utama Livin' by Mandiri adalah kemampuannya untuk memungkinkan nasabah dan calon nasabah yang berada di luar negeri untuk membuka rekening dan bertransaksi menggunakan nomor SIM Card negara setempat. Hal ini memberikan fleksibilitas dan kemudahan bagi para diaspora Indonesia dalam mengelola keuangan mereka, tanpa harus bergantung pada nomor telepon Indonesia.Dengan fitur ini, nasabah dapat dengan mudah beralih dari satu nomor ke nomor lain sesuai kebutuhan mereka saat berada di berbagai negara. Hal ini menjadikan Livin' by Mandiri sebagai solusi yang sangat praktis dan efisien bagi diaspora Indonesia dalam mengelola kebutuhan finansial mereka.

Ragam Fitur Transaksi dan Investasi Terintegrasi

Livin' by Mandiri tidak hanya menawarkan kemudahan dalam membuka rekening, tetapi juga menyediakan berbagai fitur transaksi dan investasi yang terintegrasi. Nasabah dapat melakukan transfer ke berbagai valuta asing, melakukan pembayaran lintas batas secara real-time, serta melakukan investasi dalam bentuk tabungan rencana, deposito, reksadana, dan obligasi.Fitur-fitur ini memungkinkan para diaspora Indonesia untuk mengelola keuangan mereka secara komprehensif, mulai dari transaksi harian hingga perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan demikian, Livin' by Mandiri menjadi solusi yang lengkap dan efektif bagi kebutuhan finansial nasabah di luar negeri.

Dukungan Gaya Hidup Diaspora Indonesia

Selain fitur-fitur keuangan, Livin' by Mandiri juga dilengkapi dengan berbagai layanan yang mendukung gaya hidup diaspora Indonesia di luar negeri. Salah satunya adalah kemudahan pembelian tiket pesawat untuk kembali ke Indonesia.Fitur Sukha dalam Livin' by Mandiri juga menawarkan berbagai layanan lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup nasabah, seperti pemesanan akomodasi, reservasi restoran, dan lain-nya. Dengan demikian, Livin' by Mandiri tidak hanya menjadi solusi keuangan, tetapi juga menjadi mitra yang memudahkan aktivitas sehari-hari para diaspora Indonesia di berbagai belahan dunia.

Pertumbuhan Pesat dan Potensi Besar

Sejak diluncurkan, Livin' by Mandiri telah mencatat pertumbuhan yang sangat pesat. Saat ini, aplikasi ini telah dimanfaatkan oleh 27 juta pengguna, dengan jumlah transaksi mencapai 2 miliar transaksi per tahun, dengan nilai transaksi mencapai Rp 4.000 triliun.Angka-angka ini menunjukkan besarnya potensi dan penerimaan Livin' by Mandiri di kalangan nasabah, termasuk para diaspora Indonesia. Dengan fitur-fitur yang komprehensif dan kemudahan akses yang ditawarkan, Livin' by Mandiri berhasil menjadi solusi terpadu bagi kebutuhan finansial dan gaya hidup diaspora Indonesia di seluruh dunia.
See More
Turun Rp2000 Hari Ini, Harga Emas Antam Jadi Rp1,409.000

Emas Antam Kembali Mengkilap: Peluang Investasi yang Menjanjikan

Dalam perkembangan terbaru, harga emas Antam mengalami penurunan pada Kamis, 12 September 2024. Namun, hal ini tidak menyurutkan minat investor untuk berinvestasi dalam logam mulia ini. Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar emas, artikel ini akan mengupas lebih dalam mengenai tren harga emas Antam dan peluang investasi yang menarik bagi para investor.

Investasi Emas Antam: Pilihan Cerdas di Tengah Ketidakpastian Pasar

Fluktuasi Harga Emas Antam: Pemahaman yang Komprehensif

Harga emas Antam pada Kamis, 12 September 2024 tercatat turun Rp2.000 menjadi Rp1.409.000 per gram. Sementara itu, harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) juga turun Rp3.000 menjadi Rp1.255.000 per gram. Penurunan ini sejalan dengan tren harga emas dunia (XAU) yang bergerak koreksi pada hari sebelumnya, meskipun masih stabil di atas level US$2.500 per troy ons.Faktor utama yang mempengaruhi penurunan harga emas Antam adalah sikap wait and see dari pelaku pasar dalam menunggu data inflasi konsumen AS untuk periode Agustus 2024. Data inflasi yang dirilis semalam menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi, di mana inflasi AS pada Agustus tercatat 2,5% secara tahunan (yoy), lebih rendah dari proyeksi pasar sebesar 2,6% yoy. Hal ini menjadi peredam setelah rilis pasar tenaga kerja pekan lalu yang mengecewakan.Dengan melandainya inflasi, pasar melihat peluang pemangkasan suku bunga semakin dekat. Menurut survei Reuters, mayoritas ekonom memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada setiap dari tiga pertemuan kebijakan tersisa di 2024, dengan hanya sembilan dari 101 yang memperkirakan pemotongan setengah poin minggu depan.

Prospek Investasi Emas Antam: Menjaga Kestabilan Portofolio

Meskipun harga emas Antam mengalami koreksi sementara, investasi dalam logam mulia ini tetap menjadi pilihan yang menarik bagi investor. Emas Antam dikenal sebagai aset yang dapat menjaga kestabilan portofolio, terutama di tengah ketidakpastian pasar.Selain itu, emas Antam juga memiliki nilai intrinsik yang tinggi dan dianggap sebagai safe haven bagi investor. Ketika pasar saham atau aset lainnya mengalami volatilitas, emas cenderung menjadi pilihan yang aman untuk diversifikasi portofolio. Hal ini membuat emas Antam tetap menjadi investasi yang menarik bagi investor yang ingin menjaga stabilitas keuangan mereka.Lebih lanjut, emas Antam juga memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga memudahkan investor untuk membeli dan menjual kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, emas Antam juga dapat menjadi lindung nilai terhadap inflasi, memberikan perlindungan bagi investor dari penurunan daya beli mata uang.

Strategi Investasi Emas Antam: Memaksimalkan Keuntungan

Bagi investor yang tertarik untuk berinvestasi dalam emas Antam, terdapat beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan untuk memaksimalkan keuntungan. Salah satunya adalah dengan melakukan pembelian secara berkala (dollar cost averaging) untuk meminimalkan risiko fluktuasi harga.Selain itu, investor juga dapat mempertimbangkan untuk menyimpan emas Antam dalam bentuk batangan atau koin, yang dapat memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan dengan membeli emas dalam bentuk perhiasan. Hal ini dikarenakan emas dalam bentuk batangan atau koin memiliki premi yang lebih rendah.Investor juga dapat mempertimbangkan untuk menyimpan emas Antam dalam jangka panjang, mengingat emas cenderung memiliki kenaikan harga yang stabil dalam jangka waktu yang lama. Dengan strategi ini, investor dapat memanfaatkan potensi kenaikan harga emas Antam di masa depan.Secara keseluruhan, investasi dalam emas Antam tetap menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang ingin menjaga stabilitas portofolio mereka. Dengan pemahaman yang komprehensif mengenai tren harga emas Antam dan strategi investasi yang tepat, investor dapat memanfaatkan peluang investasi yang menjanjikan dalam logam mulia ini.
See More